Kamis, 18 Oktober 2018

KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI PT.INDOFOOD MANUFACTURING

PT.Indofood Manufacturing Co.Ltd
Merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan mie instant yang siap saji dan dikemas bersama bumbu dan minyaknya, kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah. Produk yang dihasilkan antara lain mie instant dengan merk Indomie, Supermi, Sarimi,Sakura dan Nikimiku dalam berbagai macam rasa.
A.Pola Sistem  Manajemen k3 yang diterapkan :
Planning

·         Membentuk komitmen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perusahaan terhadap penerapan sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3).
·         menyusun kebijakan manajemen dalam rangka meningkatkan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.
·         Menentukan tujuan dan sasaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
·         Menyusun program-program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
·         Mengembangkan kegiatan pelatihan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada seluruh tenaga kerja
·         Identifikasi bahaya dan penilaian resiko. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi bahaya kecelakaan kerja yang ada di lingkungan kerja PT. Indofood.
Organizing
Dibentuknya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang telah dibentuk sejak tanggal tahun 2000 dengan susunan panitia yang terlampir.
Struktur organisasi P2K3 yang berfungsi menjalankan sistem manajemen ini sekaligus mengawasinya telah melakukan tanggungjawabnya sesuai dengan tugas yang telah diberikan pada masing-masing orang.
Actuating
Untuk memenuhi tujuan dan sasaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja, maka dalam penerapan SMK3 meliputi berbagai aspek penting dalam pelaksanaannya.
·         Identifikasi bahaya dan potensi bahaya di area kerja yang meliputi :
Ö        Area Pump House
Ö        Area Gudang Etiket
Ö        Area Laboratorium
Ö        Area Gudang Karton
Ö        Area Boiler Batubara
Ö        Area Gudang Batubara
Ö        Area Unit Pengolahan Limbah Cair
Ö        Area Gudang Bumbu
Ö        Area Daily Tank
Ö        Area Workshop
Ö        Area Langsir
Ö        Area Gudang Tepung
Ö        Area Screw
Ö        Area Mixing
Ö        Area Pressing
Ö        Area Steaming
Ö        Area Cutting
Ö        Area frying
Ö        Area Cooling
Ö        Area Packing
Ö        Area Genzet
Ö        Gudang TR
Ö        Area Penggilingan Batubara
·         pelaporan
Controling
Pengawasan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dilakukan oleh Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang mempunyai tugas sebagai berikut :
a.       Tugas Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
1.      Memimpin semua rapat pleno P2K3 atau menunjuk pengurus lainnya untuk memimpin rapat pleno.
2.      Menentukan langkah kebijakan demi tercapainya pelaksanaan programprogram yang telah digariskan organisasi.
3.      Mempertanggungjawabkan pelaksanaan K3 di perusahaannya kepada pemerintah melalui pimpinan perusahaan.
4.      Mempertanggungjawabkan program-program P2K3 dan pelaksanaannya kepada direksi perusahaan.
5.      Memantau dan mengevaluasi palaksanaan program-program K3 diperusahaan.
b.      Tugas Wakil Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
Melaksanakan tugas-tugas ketua dalam hal ketua berhalangan dan membantu pelaksanaan tugas ketua sehari-hari.
c.       Tugas Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
1.      Membuat undangan rapat dan membuat notulen rapat.
2.      Memberikan bantuan atau saran-saran yang diperlukan oleh seksi-seksi untuk kelancaran program-program K3.
3.      Membuat laporan ke departemen-departemen perusahaan tentang adanya potensi bahaya di tempat kerja.
d.      Tugas anggota Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :
1.      Melaksanakan program-program yang telah ditetapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
2.      Melaporkan kepada ketua atas setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.
e.       Tugas Seksi Litbang :
1.      Melakukan identifikasi dan menganalisa mengenai kondisi lingkungan kerja yang tidak aman (unsafe condition) dan tindakan tidak aman (unsafe act) di lingkungan kerja.
2.      Merekomendasikan dan merumuskan mengenai APD yang dibutuhkan di lingkungan kerja termasuk penanggulangan potensi bahaya yang lain (Rambu-rambu K3, prosedur kerja, WI).
3.      Melaporkan kepada ketua atas kegiatan yang dilaksanakan.
f.       Tugas Seksi Kebersihan Lingkungan :
1.      Bertanggungjawab terkait dengan lingkungan dan kebersihan pabrik untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat.
2.      Melaporkan kepada ketua atas kegiatan yang dilakukan.
g.      Tugas Seksi Kesehatan Karyawan :
1.      Bertanggungjawab dengan status kesehatan karyawan sesuai persyaratan K3.
2.      Melaksanakan pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus bagi karyawan untuk mencegah penyakit akibat kerja.
3.      Monitoring dan analisa terhadap kondisi kesehatan serta asupan gizi yang dibutuhkan karyawan untuk mendukung produktivitas kerja.
h.      Seksi PMK
i.        Seksi mekanik, listrik dan konstruksi
j.        Seksi Audit Keselamatn dan kesehatan kerja
k.      Seksi pelatihan dan training kesehatan dan keselamatan kerja
evaluating
Perusahaan memiliki sistem untuk mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan hasilnya harus dianalisa guna menentukan keberhasilan atau untuk melakukan identifikasi tindakan perbaikan
·         Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam mengukur, memantau, dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, pihak K3 perusahaan melakukan inspeksi ke seluruh area perusahaan, dimana inspeksi ini difokuskan pada penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan dan kondisi bahaya kecelakaan kerja baik dari tenaga kerja, lingkungan maupun peralatan kerjanya.
·         Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di perusahaan ini, pihak K3 melakukan audit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan secara rutin 3 bulan sekali. Audit ini bertujuan agar sistem yang ada di perusahaan ini berjalan lancar.
·         Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
B.Tujuan Dan Manfaat Penerapan
Tujuan :
Tujuan penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja pada perusahaan PT.Indofood Manufacturing Co.Ltd  adalah “untuk pencapaian  zero accident”.
Manfaat :
·         Menurunnya angka kecelakaan kerja pada perusahaan
·         Meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan tenaga kerja pada perusahaan
·         Dapat meminimalisir potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja
·         Agar segera dilakukan tindakan perbaikan jika pada saat inspeksi K3 ditemukan adanya potensi bahaya kecelakaan kerja.
·         agar tenaga kerja merasa diperhatikan dan dihargai terhadap pelaksanaan K3 di perusahaan
C.Kelebihan Dan Kekurangannya
Kelebihan :
·         Fasilitas kesehatan yang tersedia di perusahaan sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
·         Istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja; dan istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 2 hari untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu
·         Tenaga kerja ± 800 orang, berarti perusahaan ini telah memenuhi Permenaker No. 05/MEN/1996 pasal 3 ayat 1 yang menyatakan bahwa ”Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan Sistem Manajemen K3”.
·         Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di perusahaan ini sudah sesuai dengan Permenaker RI No. PER. 04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) serta Tata Cara Peninjukan Ahli Keselamatan Kerja.
Kekuranganya
Pihak perusahaan belum melakukan pelatihan bagi seluruh pekerja. Pelatihan hanya diberikan pada pekerja yang ditunjuk menjadi anggota dalam suatu organisasi seperti Fire Brigade Indofood yang bertugas untuk sistem tanggap darurat dalam perusahaan.
D.Pendapat Atau Saran
Perusahaan sudah seharusnya melakukan pelatihan bagi seluruh perusahaan, sehingga bukan hanya seperti Fire Brigade Indofood yang tanggap akan kesehatan dan keselamatan kerja, tapi semua tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Selasa, 07 Juni 2016




Tonggak Pertama
Tonggak sejarah pertama yang diangkat oleh bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan suatu Negara-bangsa modern yang adil dan makmur adalah tahun 1908, tepatnya tanggal 20 Mei 1908, yakni kelahiran suatu organisasi kemasyarakatan yang diberi nama Boedi Oetomo. Tahun itu disebut oleh bangsa Indonesia sebagai tahun kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Berdirinya organisasi Boedi Oetomo mendorong atau memicu lahirnya berbagai organisasi pemuda seperti Tri Koro Dharmo yang kemudian berkembang menjadi Jong Java, yang diikuti oleh lahirnya organisasi pemuda-pemuda dari luar Jawa seperti Jong Soematranen Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebesdan sebagainya. Organisasi-organisasi pemuda tersebut tidak berorientasi politik praktis secara nyata, meskipun tujuannya tiada lain adalah berdirinya suatu Negara Indonesia Merdeka. Di samping organisasi pemuda yang besifat nasional, terdapat juga organisasi pemuda yang berorientasi keagamaan, yakniJong Islamieten Bond yang lebih berorientasi pada politik praktis. Organisasi-organisasi pemuda tersebut yang pada tahun 1928 bersatu padu mendeklarasikan ”Sumpah Pemuda.”
Tonggak Kedua
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
SOEMPAH PEMOEDA
 
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA
INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA
INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya" gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong.
Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
1.      Kwee Thiam Hong
2.      Oey Kay Siang
3.      John Lauw Tjoan Hok
4.      Tjio Djien kwie
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda di tulis Moehamad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang lebar oleh MOH. Yamin.

Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang penting bagi berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Karena sumpah pemuda merupakan awal mula terbentuknya organisasi-organisasi bersifat nasionalisme, yang pada awalnya lebih cenderung bersifat kedaerahan. Dan sumpah pemuda juga merupakan pembuktian bahwa kita semua adalah satu, satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Oleh karena itu bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa yang tetap digunakan hingga saat ini. Kesimpulannya, kenapa sumpah pemuda begitu penting hal ini dikarenakan sumpah pemuda merupakan tolak ukur terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
Tonggak Ketiga
Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945, di depan Sidang BPUPKI.” Bung Karno pada waktu itu mengusulkan dasar negara bagi negara yang akan didirikan, yang beliau sebut Pancasila. Dan setelah melalui perdebatan dan musyawarah yang cukup intens, akhirnya dengan beberapa perubahan, rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara dan dicantumkan dalam Pembukaan UUD, meski tidak dengan menyebut kata Pacasila. Bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan telah mengalami beberapa kali perubaan UUD, namun demikian rumusan Pancasila selalu terdapat dalam Pembukaan atau Mukaddimah UUD yang bersangkutan.
Sementara itu pada masa pemerintahan Presden Sokarno dan pemerintahan Presiden Soeharto diupayakan untuk mengimplementasikan Pancasila secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara. Pancasila disamping sebagai dasar negara, didudukkan pula sebagai ideologi nasional dan pandangan hidup rakyat Indonesia. Dengan demikian kedudukan Pancasila sangat sentral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia.
Tonggak Keempat
Tonggak sejarah keempat adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, suatu peristiwa yang maha penting bagi kehidupan suatu negara-bangsa. Sejak sa’at itu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, suatu kemerdekaan yang dicapai dengan perjuangan putra-putri bangsa, bukan suatu pemberian dari bangsa atau negara lain. Bung Karno menyebutnya kemerdekaan ini sebagai jembatan emas, di seberang jembatan ini bangsa Indonesia membangun bangsanya menjadi bangsa yang serba kecukupun, orang Inggris menyebutnya sebagai afluent society. Ternyata proklamasi saja tidaklah cukup, karena berdirinya suatu negara harus mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Tonggak Kelima
Proklamasi kemerdekaan Indonesia ini tidak dapat diterima oleh Belanda yang ingin menguasai kembali negara jajahannya setelah usainya perang Asia Timur Raya. Dengan mengerahkan kekuatan militernya pemerintah Belanda berusaha menguasai kembali wilayah demi wilayah Negara Republik Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948 Yogyakarta, yang menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia diserbu, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta ditahan oleh Belanda. Tentara Nasional Indonesia menyisih ke luar kota untuk menyusun kekuatan kembali dalam rangka merebut kembali wilayah yang dikuasai Belanda.
Pada tanggal 1 Maret 1949 terjadilah Serangan Umum di kota Yogyakarta, yang berdampak terbukanya mata dunia, bahwa Indonesia masih ada, dan memiliki tentara yang terkoordinir, sehingga dapat menguasai kota Yogyakarta, meski hanya untuk beberapa jam saja. Peristiwa ini mendukung berlangsungnya diplomasi antara pemerintah Belanda dan wakil pemerintah Indonesia untuk mengakui berdirinya Negara Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1949 berlangsung pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia dalam bentuk Negara Indonesia Serikat. Obessi para pejuang untuk mendirikan negara kesatuan tidak kunjung padam, ternyata Negara Indonesia Serikat tidak berumur lebih dari satu tahun. Pada tanggal 15 Agustus 1950 Presiden Soekarno membacakan Piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Bahaya laten komunis adalah jika komunis benar-benar eksis dan terjadi maka keadaan tersebut akan berdampak buruk dan akan berakibatkan rusaknya tatanan, konsep, dan nilai sebuah bangsa maka dari itu kita harus bersikap waspada akan gerakan pihak-pihak yang berupaya membangkitkan paham komunis. Paham komunis adalah sekelompok idelogi komunis melakukan pengkhiantan terhadap pemerintahan dan idelogi Pancasila.
Kita harus pintar-pintar memilah, jangan sampai kita terpengaruh dengan  informasi dan ajakan mereka. Paham komunis ini sudah tersebar dimana-mana pengaruhnya dapat terjadi dari media sosial dan media massa. Apalagi saat ini kondisi mental dan ideologi kita mengalami kemerosotan. Kita harus membangun kembali ketahanan mental dan ideologi kepada generasi muda. Terutama, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, yang lebih dominan akibat  situasi global yang mempengaruhi.
 
Kita harus selalu sering mengadakan komunikasi dan sosialisasi menanamkan cinta tanah air dan kebangsaan. Dan ini perlu dukungan dari peran tokoh agama, pendidik dan budayawan menjadi hal terpenting dan efektif, untuk menguatkan ketahanan mental dan ideologi, dalam menangkal pengaruh  bahaya latent komunis. Bagaimana caranya kita ini mengemas sesuatu hal untuk bisa mengembalikan ketahanan mental dan ideologi dari budaya, agama dan pendidikan bangsa Indonesia ini.
Mengapa kita harus dibebankan dan diingatkan dengan laten komunis? Karena tentu saja dari apa yang sudah saya jelaskan agar kecintaan terhadap tanah air Indonesia ini tidak hilang dan tetap menjunjung dan mengikuti nilai-nilai Pancasila.